Rabu, 09 Januari 2019

Sikap Menumbuhkan Semangat dalam Belajar

Sikap Menumbuhkan Semangat dalam Belajar
              Apa itu Semangat? Dalam KBBI Semangat adalah kekuatan (kegembiraan, gairah) batin. Semangat akan selalu ada dalam diri manusia, karena menyangkut hati dan perasaan manusia. Semangat bisa kita pancing sendiri ataupun dengan bantuan oranglain. Missal ketika kita mendengarkan pidato Presiden yang menggebu-gebu membuat hati kita seakan terbakar semangat yang tinggi untuk memajukan negeri kita. Tapi semangat tidak selamanya akan ada setiap saat dalam diri kita, semangat akan mudah hancur ketika hati dan perasaan kita dibuat sedih ataupun semangat kita di lecehkan oleh orang lain, yang membuat diri kita sendiri rapuh akan hal itu. Maka dari itu saya akan menjabarkan cara yang saya lakukan setiap hari untuk menumbuhkan semangat dalam belajar.
         Kenapa kita butuh semangat dalam belajar? Karena belajar itu adalah hal yang harus kita lakukan untuk kegiatan hidup kita selanjutnya, entah itu dari pengalaman, ataupun buku. Mahatma Gandhi pernah mengatakan “Hiduplah Seakan Kamu Akan Meninggal Esok Hari, Belajarlah Selayaknya Kamu Akan Hidup Selamanya” Mahatma Gandhi ini adalah tokoh yang saya kagumi. Dari pepatah itu bisa kita dapatkan sesuatu pencerahan kalo belajar itu akan mendapatkan sesuatu yang berharga untuk hidup kita kelak.
         Kita mulai pembahasannya. Menumbuhkan Semangat dalam Belajar itu mudah-mudah sulit. Kenapa saya katakan begitu? Karena yang saya alamai ya begitu, semangat tuh kadang datang tiba-tiba kadang pergi pun tiba-tiba. Ketika pagi telah tiba dan saat waktu sekolah pun harus dijalankan, yang dimana disekolah itu adalah tempatnya belajar. Tapi pasti sebagian orang ada yang mulai malas untuk mejalankan rutinitas itu, dari mulai bangun pagi-pagi sampai harus jalan ke sekolah. Jadi gimana menumbuhkan semgat untuk belajar di sekolah? Sebenernya cukup gampang. Bangunlah pas suara adzan berkumandang karna itu kewajiban kita sebagai umat islam, dan tidak lupa berdoa lah sesudah shalat subuh minta agar dijauhkan dari kemalesan sesaat. Mahatma Gandhi pernah mengatakan “Doa Adalah kunci di pagi hari, ledakanlah saat sore hari”. Jadi jangan lupa berdoa ya.
         Saat di sekolah sebelum bel berbunyi agar semangat dalam belajar tidak hilang usahakan kita jangan menyendiri. Kenapa tidak boleh menyendiri? karna ketika kita menyendiri rasa bosan akan dating dan hilanglah semangat belajar di pagi hari. Usahakan berbaur bersama teman-teman kita. Canda tawa akan membuat suasana hati kita merasa nyaman dan tidak akan berubah haluan kepada kegelisahan.
         Ketika pelajaran dimulai mungkin saat itu kita masih dalam keadaan semangat, tapi bagaiman ketika kita yang khatirkan muncul tiba-tiba, misal dapat guru yang mengajarnya bisa di katakan keras. Salah sedikti langsung di marahi. Lunturlah semangat yang sudah susah-susah kita tumbuhkan. Jadi apa solusinya jika begitu? Solusinya adalah lupakan pandangan terhadap guru tersebut, hadapi guru itu dengan segala kekuatan yang ada dalam artian begini jika kamu mendapatkan guru tersebut kalahkan dengan ketekunan mu dalam belajar, kuatkan tekad bahwa kamu bisa mendapatkan pujian dari guru tersebut. Karena sesungguhnya guru itu hanya ingin kita rajin belajar dan mengerti apa yang ia ajarkan. Jangan lah kalah sama kekhawatiran yang berakibat buruk pada semangat belajarmu. Mahatma Gandhi pernah mengatakan “Tidak ada yang lebih menghabiskan waktu daripada kekhawatiran, dan orang-orang yang mengaku percaya pada tuhan patut malu apabila mereka mengkhatirkan sesuatu hal” jadi buat apa selamanya takut pada kekhatiran yang hanya menghabiskan waktu saja, dan kita percaya pada tuhan jadi tuhan punya rencana baik dari semua itu kan. Hadapi!!!
         Ketika Ujian tiba dan kamu sudah cape-cape belajar tapi nilai yang kamu dapatkan tidak sesuai sama apa yang kamu inginkan, apa yang akan kamu lakukan? Mungkin sebagian orang merasakan putus asa, sesemangat kita dalam belajar percuma kalua hasilnya tetap nihil, dan semangat pada belajar pun akan sirna seketika. Tetapi apakah 6 bulan kemudian pada saat ujian tiba lagi kamu akan dapat hasil yang seperti itu lagi atau malah lebih buruk lagi. Pastinya lebih buruk dong ya, jadi kenapa kita gak mencoba lagi mungkin hasilnya akan membaik seiring waktu. Kan tidak ada yang tahu seperti apa hari esok. Mahatma Gandhi pernah mengatkan “Kamu mungkin tidak akan pernah tahu apa hasil dari tindakanmu, namun ketika kamu tidak bertindak apapun maka tidak akan ada hasil yang terjadi” jadi buat apa mematahkan semangat hanya karna tak sesuai harapan, mungkin di kemudia hari apa yang kamu buat akan ada artinya.
         Semanga belajar pun bisa luluh disaat kita mendapatkan kemarahan yang besar terhadap sesuatu. Misalnya ketika di rumah kita kesal terhadap orang tua kita yang setiap saat mengomel ketika kita pulang terlambat dikarenakan kita mampir dulu kerumah teman utnuk sejenak melepaskan penat seharian belajar. Alhasil yang niatnya dirumah mau belajar lagi malah jadi malas cuman karena kesal. Jadi usahakan kita jangan dibuat kesal atau marah karena orangtua hanya khawatir anaknya belum pulang dari sekolah, ceritakan kejadiannya apapun itu. Jangan langsung kesal dibuatnya, jangan kalah hanya karna rasa Marah dan Kesal. Mahatma Gandhi pernah mengatakan “Kemarahan adalah musuh dari Kedamaian” kalo kamu terbawa emosi kan bisa gawat yang ada nanti kamu gak rukun lagi loh sama orangtua mu.
         Mungkin dalam pikiran kalian berpikir kenapa harus belajar dengan semangat si? Kenapa? Karena kita membutuhkan sebuah gerakan dalam hati kita supaya kita tekun, mau, rajin, tidak menyerah dalam hal belajar. Di negara kita ini masih kurang orang yang berpendidikan asli, masih banyak orang yang menghalalkan segala cara hanya untuk gelar. Kalian tidak melihat masih banyak orang-orang yang pingin sekolah hanya karena ia tidak ingin ada yang seperti dia kelak, ada juga yang pengen membuat perubahan pada negara ini. Apakah kita akan kalah dengan orang-orang yang nasib nya tak seberuntung kita? Apa cuman segitu semangat kalian? Jadi ayolah buat perubahan pada diri sendiri, negara ini butuh orang-orang yang berilmu untuk memakmurkan bangsa kita.
         Seblum kita sudahi pembahasan ini, mari kita tanamkan Tekad yang kuat agar kita dapat Semangat dalam belajar. Karena tekad adalah power
“Kekuatan tidak berasal dari kemampuan fisik, melainkan berasal dari tekad yang gigih”
Mahatma Gandhi

Rencana Bisnis TIK

Bisnis Aplikasi Tv Online
1.  Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa
     Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perseorangan dan/atau badan usaha yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana dimaksud dalam undang-undang yang mengatur mengenai Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.
Pengadaan Barang/Jasa adalah kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa oleh Pelaku penjualan yang prosesnya dimulai dari perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa.
Pengguna Barang/Jasa adalah Costumer yang memakai/memebeli produk/asa yang dijajakan
     Penyedia Barang/Jasa adalah badan usaha atau orang perseorangan yang menyediakan Barang/Pekerjaan Konstruksi/ Jasa Konsultansi/Jasa Lainnya.
Pengadaan secara elektronik atau E-Procurement adalah Pengadaan Barang/Jasa yang dilaksanakan dengan menggunakan teknologi informasi dan transaksi elektronik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
     E-Purchasing adalah tata cara pembelian Barang/Jasa melalui sistem katalog elektronik.
     Pengadaan barang dan jasa yang akan di lakukan adalah membeli lisensi dari pihak vendor(penyedia barang) khususnya pihak tv yang akan kita jadikan sebagai produk yang akan kita jual ke costumer dalam bentu layanan streaming audio/video. Kita akan berlakukan pembayaran tiap tahun untuk lisensi dari pihak Televisi.
     Pengguna barang dan jasa (Costumer) nanti akan kita berlakukan pembayaran tiap bulan agar dapat mendapatkan service dari kami untuk tontonan yang lebih fleksible dan bisa di tonton dimana saja.





2.  Sumber Informasi tentang Penawaran atau Peluang Proyek TIK
Technopreneurship merupakan sebuah istilah wirausaha yang dikhususkan bagi wirausahawan yang bergerak di bidang teknologi informasi.
1.   Proses mencari informasi peluang usaha
Ø  Informasi tentang kepribadian dan kemampuan diri
Dalam kepribadian saya, saya sangat susah ketika ingin menonton televisi atau channel yang saya suka untuk kebutuhan hiburan saya ketika saat-saat membosankan hadir. Kemampuan saya dalam pemrograman pun tidak buruk.
1.   Peluang yang dapat diraih
Peluang yang dapat diraih dalam bisnis ini sangat menjanjikan diman setiap orang pasti perlu hiburan yang sangat efisien ketika dia dimanapun itu.
2.   Kebutuhan dan keinginan konsumen
Kebutuhan konsumen mungkin berbeda-beda tapi sekitar 60% orang pasti membutuhkan hiburan.
3.   Situasi persaingan
Persaingan dalam dunia bisnis ini sangat beragam. Terutama persaingan dengan Media hiburan yang sudah sangat banyak digunakan oleh orang lain. Tapi kami akan berusaha sebaik mungkin untuk menjadikan bisnis ini terdominasi oleh kami dengan pelayanan terbaik untuk konsumen.
2.   Sumber Ide Usaha
4.   Berdasarkan keahlian
Dengan latar belakang saya sebagai Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika maka dengan ini saya membuat sebuah Layanan Tv Kabel Online.
5.   Membuat inovasi baru
Membuat inovasi baru dalam sebuah penayangan program televisi, yang biasanya hanya bisa dinikmati di rumah. Sekarang bisa dinikmati dimanapun asal ada Internet


3.  Kerangka Acuan Kerja
A.   Format
Kementerian Negara/Lembaga: …………………………….
Unit Organisasi: …………………………….
Program: …………………………….
Sasaran Program: …………………………….
Usulan SBK: Kegiatan/Subkegiatan/Detil Kegiatan *)
Kegiatan: …………………………….
Subkegiatan: …………………………….
Detil Kegiatan: …………………………….
1)  Latar Belakang (why)
·       Dasar Hukum
·       Gambaran Umum
·       Alasan Kegiatan Dilaksanakan
2)  Kegiatan Yang Dilaksanakan (what)
·       Uraian Kegiatan
·       Batasan Kegiatan
3)  Maksud dan Tujuan (why)
·       Maksud Kegiatan
·       Tujuan Kegiatan
·       Indikator Keluaran dan Keluaran
·       Indikator Keluaran (kualitatif)
·       Keluaran (kuantitatif)
4)  Cara Pelaksanaan Kegiatan (how)
·       Metode Pelaksanaan
·       Tahapan Kegiatan
5)  Tempat pelaksanaan Kegiatan (where)
6)  Pelaksana dan Penanggung Jawab Kegiatan (who)
·       Pelaksana kegiatan
·       Penanggungjawab kegiatan
·       Penerima manfaat
7)  Jadwal Kegiatan
·       Waktu pelaksanaan kegiatan (when)
·       Matriks pelaksanaan kegiatan (time table)
8)  Biaya (how much): total biaya yarrg diperlukan dalam kegiatan.
Tata cara pengisian format KAK adalah sebagai berikut:
Ø  Kementerian Negara/Lembaga, diisi dengan nomenklatur Kementerian Negara/Lembaga.
Ø  Unit Organisasi, diisi dengan nomenklatur Unit Eselon I yang bersangkutan.
Ø  Program, diisi dengan nama program.
Ø  Sasaran Program, diisi dengan sasaran program dalam Renja K/L atau RKP.
Ø  Usulan SBK: diisi sesuai dengan posisi (level) usulan SBK serta keterkaitan dengan kegiatan, subkegiatan dan detil kegiatan.
B.   Sistematika
1)    Latar Belakang
Menjelaskan dasar hukum yang terkait dan kebijakan Kementerian Negara/Lembaga yang merupakan dasar keberadaan kegiatan/aktivitas berkenaan berupa Peraturan Perundangan yang berlaku, Rencana Strategis Kementerian Negara/Lembaga, dan Tugas Fungsi Kementerian Negara/Lembaga, sedangkan gambaran umum merupakan penjelasan secara singkat mengapa (why) kegiatan tersebut dilaksanakan dan alasan penting kegiatan tersebut dilaksanakan serta keterkaitan kegiatan yang dipilih dengan kegiatan keluaran (output) dalam mendukung pencapaian sasaran dan kinerja program/yang pada akhirnya akan mendukung pencapaian tujuan kebijakan.
2)  Kegiatan yang dilaksanakan
Menjelaskan uraian kegiatan apa (what) yang akan dilaksanakan dan batasan kegiatan.
3)  Maksud dan Tujuan
Menjelaskan mengapa (why) kegiatan harus dilaksanakan dan berisikan hasil akhir yang diharapkan dari suatu kegiatan (bersifat kualitatif) serta manfaat (outcome) kegiatan.
4)  Indikator Keluaran dan Keluaran
Menjelaskan indikator keluaran berupa target yang ingin dicapai (bersifat kualitatif) dan keluaran (output) yang terukur dalam suatu kegiatan (bersifat kuantitatif). Misalnya: 50 km, 40 m², 20 orang, 1 LHP, dan lain-lain.
5)  Cara Pelaksanaan Kegiatan
Menjelaskan bagaimana (how) cara pelaksanaan kegiatan baik berupa metode pelaksanaan, komponen, tahapan dalam mendukung pencapaian keluaran (output) kegiatan.
6)  Tempat Pelaksanaan Kegiatan
Menjelaskan dimana (where) kegiatan tersebut akan dilaksanakan.
7)  Pelaksana dan Penanggungjawab Kegiatan
Menjelaskan siapa (who) saja yang terlibat dan bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatannya.
8)  Jadwal Kegiatan
Menjelaskan berapa lama dan kapan (when) kegiatan tersebut dilaksanakan, dengan dilengkapi time tablekegiatan.
9)  Biaya
Berisikan total biaya (how much) kegiatan sebesar nilai nominal tertentu yang dirinci dalam (Rencana Anggaran Biaya) RAB sebagai lampiran KAK.
10)              Penandatangan KAK
Diisi pejabat yang bertanggung jawab pada kegiatan yang akan dilaksanakan.










Komentar atau Tanggapan
Dalam perencanaan Bisnis TIK disusun dengan sangat sistematis, dimana ada Regulasi pengadaan sumber Barang/Jasa dan ada pula Kerangka Acuan Kerja yang dimana ini akan ditandatangani oleh pejabat yang bertanggung jawab pada kegiatan yang akan di laksankan.
Technopreneurship bisa dikatakan sebagai suatu proses pembaruan dunia usaha konvensional yang selama ini terkesan tidak dinamis. Dengan perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi tentunya dunia Technopreneurship akan selalu berinovasi dan berkembang seiring waktu.sehingga pemanfaatan teknologi insormasi tersebuat akan terus maju.

Rabu, 21 November 2018

Mempertahankan Diri Dari Situasi Yang Membosankan

      Bosan adalah hal yang sangat mengganggu bagi semua orang dimana kita tidak mempunyai hal atau kegiatan yang akan kita lakukan. Bosan sendiri cukup bisa di rasakan semua orang. Entah itu ketika kita sedang menunggu transportasi kita datang ataupun ketika nunggu ibu pulang dari pasar membawa makanan. Banyak sekali hal yang mebuat kita bosan dalam dunia ini. Jadi bagaimana cara agar tidak bosan? Tentu jawabannya ada pada diri kita sendiri, kita harus tau apa yang mebuat kita tidak mersakan bosan ketika harus melakukan rutinitas yang sudah sangat bosan kita jalani. Saya disini hanya akan berbagi cerita pengalaman hidup saya untuk mertahankan diri dari situasi yang membosankan. Boleh di jadikan referensi untuk hidup kalian tapi ingat kenali diri sednri dahulu.
          Keseharian saya adalah sebagai Mahasiswa di Universitas Gunadarma Jurusan Teknik Informatika. Dari senin sampai sabtu pasti selalu ada matakuliah yang mengharuskan saya datang ke kampus. Dalam pikiran kalian mungkin berkata “ wah, gampang tuh untuk tidak bosan kalo tiap minggu ngampusnya tiap hari.” Tapi tunggu dulu untuk mengampus tiap hari itu berat bagi saya dan itu sangat sangat membosankan, karena setiap hari hanya itu saja yang dilakukan, contoh bercengkrama dengan teman-teman di kampus dan juga mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk hidup di dunia yang kejam ini . Tapi apakah bisa tidak merasakan bosan sama sekali? Oh, tentu pasti ada rasa bosan dari mulai bangun untuk melaksanakan kegiatan ke kampus nan tercinta ini sampai terlelap kembali menikmati indahnya mimpi di malam hari. Sebelum masuk ke pengalaman saya ada bagusnya kita mengetahui dulu apa sih itu Bosan? Dalam KBBI Bosan adalah hal yang tsudah tidak di suka lagi karena terlalu sering atau banyak. Nah dari penjelasan itu bisa kita simpulkan Bosan itu sangat lumrah bagi semua orang yang kerjaan nya Cuma itu-itu saja. Jadi apakah kita bisa mertahankan rasa bosan itu? Maksudnya agar apa yang kita kerjakan berulang-ulang kali itu tidak menjadi hal bosan bagi kita.
          Mari kita lanjut pada pengalaman diri saya sendiri. Saya setiap hari kalo lagi sadar bangun jam set 5 untuk melaksanakan kegiatan beribadah tuhan yang maha esa di pagi hari. Kalo bisa dikatakan mungkin ini bisa dikatakan bosan untuk setiap muslim karena melakukan hal-hal yang kita ulangi setiap hari. Tapi kenapa kita tidak merasakan bosan untuk melakukan kegiatan beribadah itu? Karena setiap muslim cinta akan agamanya cinta akan tuhannya cinta akan kegiatan yang di lakukan untuk beribadah kepada tuhannya. Dari pengalaman itu kita bisa simpulkan kalau kita mencintai hal/kegiatan yang kita kerjakan maka senantiasa kita akan bertahan dalam hal yang membosankan dan menjadikan kebosanan itu bukan lagi hal yang menakutkan bagi kita. Apa Cuma mencintai kita bisa bertahan dari kebosanan? Harusnya si iya, tapi apa iya semua orang dapat dengan mudah mencintai rutinitas dia? Jadi mari kita lanjut. Pada hari itu saya mendapatkan jadwal kuliah jam 10. Saya selesai mandi itu jam 6 otomatis saya harus menunggu 4 jam lagi untuk memulai perkuliahan. Kali tahu sendiri kalo menunggu itu adlah hal yang ter- paling membosankan dalam hidup ini. Terus gimana dong agar menunggu itu tidak bosan? Pengalaman saya sendiri ketika menunggu itu saya selipkan kegiatan yang positif, entah itu main game, mengerjakan tugas yang belum selesai dikerjakan, baca cerita webtoon atau mungkin hal yang tidak sering orang lakukan pun bisa (maaf bukan mengajarkan hal yang berbau negative, ini hanya sekedar sharing pengalaman pribadi) berhubung saya vapers jadi pada selang waktu menunggu saya gunakan dengan membuild Tank yang dipakai untuk menghisap asap dan menuangkan cairan liquid ke dalam tank terselip. Nah disini dapat kita simpulkan untuk hal yang ter-paling membosankan dalam hidup ini yaitu menunggu bisa kita selingi dengan hal-hal yang kita sukai, jadi menunggu pun bisa menjadi wadah kreativitas kita kalua menunggu nya di buat untuk hal-hal yang positive. Jam set 10 saya berangkat ke kampus dengan jalan kaki untuk mencapai jalan yang begitu ramai oleh kendaraan yaitu jalan margonda raya kemudian saya naik angkot untuk mencapai kampus E di Kelapa Dua. Sesampainya di kampus jam 9.45, masih ada waktu menunggu lagi tuh 15 menit agar tidak mersakan bosan saya bercengkerama dengan teman sekelas. Jam 10 tiba dosen pun memasuki ruangan yang sudah dijadwalkan. Dalam proses belajar mengajar ini membosankan ya? Iya si, tapi apakah kita akan merasa bosan untuk ilmu yang akan kita dapatkan dari proses belajar ini, ilmu yang kita dapatkan dari Dosen adalah ilmu yang mungkin kita belum mengetahuinya, dan jadi nilai bangga tersendiri bagi kita kalua nanti di ujian bisa menjawab semua pertanyaan yang Dosen berikan. Jadi buat apa kita bosan untuk hal yang positive untuk kita kedepannya? Disini kita dapat kesimpulan kalua hal bosan itu sangat dibutuhkan oleh kita kenapa kita harus merasakan bosan, semua yang kita dapatkan sangat bermanfaat bagi kita. Kuatkan dalam hati kita bahwa itu sangat berguna bagi kita jadi hempaskan lah bosan ke ujung samudera disana. Setelah proses belajar mengajar selesai saya pulang jam 5. Sampai di kostan jam set6. Nah timbul lagi masalah disini yaitu bosan, bosan harus menunggu sampai saatnya kita tidur. Apa yang harus kita lakukan? Jawabannya kembali ke poin kedua yaitu kita selingi dengan kegiatan yang sangat disukai, entah itu main game, bercengkerama dengan sesame penghuni kostan, shalat, membaca Al-quran, apapun itu sampai saatnya tidur pun tiba. Tidur pun tiba dimana ini adalah kegiatan terakhir di hari ini. Kegiatan dimana yang sering kita lakukan entah sudah berapa kali kita tidur sampai saat ini. Tapi kenapa kita tidak bosan tidur padahal kalo merujuk dari KBBI ini termasuk membosankan? Kenapa coba? Karena kita membutuhkan tidur baik untuk kesehatan dan juga berguna untuk merefresh bagian organ dalam kita setelah seharian dipakai.  Jika kita kekurangan tidur malah akan berakibat fatal pada tubuh kita. Jadi dapa kita simpulkan agar kita tidak bosan tanamkan dalam hati kalo itu baik buat kita dan akan berakibat buruk kalo kita tidak kerjakan.
          Kesimpulannya adalah ketika kita merasakan bosan untuk hal-hal yang sering kita kerjakan cintailah hal/kegiatan itu , tanamkan pada dirikita bahwa hal yang kita kerjakan adalah baik buat kita , berakibat buruk buat kita kalo tidak dikerjakan, dan jangan lupa selipkan kegiatan yang kita sukai untuk menghindari bosan yang berlarut. Gampangkan? Tapi realitanya susah. Mungkin itu saja yang bisa saya sharing. Semoga bisa di praktekin ya. Ingat Bosan itu tidak akan terjadi kalua kita tidak merasakan Bosan.

Makalah SDM dan Organisasi


MAKALAH
SDM DAN ORGANISASI














Nama         : Aries Khodisyah

NPM          : 50415982

Kelas          : 4IA08

Tugas         : Kedua (2)

Dosen        : Siti Saidah









UNIVERSITAS GUNADARMA

DEPOK

ATA 2018/2019

KATA PENGANTAR



Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah SDM dan Organisasi dengan baik.

Makalah ini telah disusun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatanmakalah ini.

Terlepas dari semua itu, Saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar saya dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata saya berharap semoga makalah SDM dan Organisasi ini dapat  bermanfaat, dan dapat dijadikan pembelajaran bagi pembaca.





Depok,  November 2018

























BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang

SDM sangat dibutuhkan dalam suatu organisasi untuk sebuah kemajuan organisasi. SDM dalam organisasi sangatlah penting sebagai penujang suksesnya sebuah oraganisasi. Sumber daya manusia dalam suatu organisasi merupakan penentu yang sangat penting bagi keefektifan berjalannya kegiatan di dalam organisasi. Keberhasilan dan kinerja seseorang dalam suatu bidang pekerjaan banyak ditentukan oleh tingkat kompetensi, profesionalisme dan juga komitmennya terhadap bidang pekerjaan yang ditekuninya.

Sebuah organisasi dituntut untuk mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada. Kualitas sumber daya manusia banyak ditentukan oleh sejauh mana sistem yang ada di organisasi atau perusahaan mampu menunjang dan memuaskan keinginan baik dari pegawai maupun dari organisasi atau perusahaan. Oleh karena itu,organisasi dan perusahaan dituntut memiliki komitmen saling mendukung guna tercapainya baik tujuan organisasi maupun tujuan pribadi.



1.2      Rumusan masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka dapat ditentukan rumusan masalah dalam makalah ini seperti:

1.    Struktur dalam organisasi (fungsional, divisional, matriks, dll) ?

2.    Deskripsi dan spesifikasi tugas ?

3.    Sistem Penggajian ?



1.3      Tujuan

Untuk mengetahui struktur suatu organisasi, deskripsi dan spesifikasi tugas serta bagaimana sistem penggajian dalam sebuah organisasi.













BAB II
PEMBAHASAN

2.1   Struktur dalam Organisasi

Organisasi adalah sekelompok orang (dua orang ataupun lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yag telah ditetapkan sebelumnya.

Struktur oragnisasi adalah suatu susunan atau hubungan antara komponen bagian-bagian dan posisi dalam sbuah oraganisasi, komponen-komponen yang ada dalam organisasi mempunyai ketergantungan.

Diagram organisasi adalah diagram yang menggambarkan posisi dan hubungan dalam sebuah organisasi, mengungkapkan struktur organisasi perusahaan.



2.2   Bentuk Struktur Organisasi 

1.    Fungsional

2.    Divisional

3.    Matriks

4.    Tim

5.    Jaringan



a)   Fungsional

dikelompokkan ke dalam departemen  departemen menurut kesamaan keterampilan dan aktivitas-aktivitas kerja.



Keunggulan Fungsional  :

·         Penggunaan sumberdaya yang efisien, skala ekonomis

·         Spesialisasi keterampilan yang mendalam dan pengembangan

·         Kemajuan karier dalam departemen fungsional

·         Panduan dan pengendalian dari manajemen Puncak

·         Koordinasi yang luar biasa dalam fungsi-fungsi

·         Pemecahan masalah teknikal yang berkualitas





Kelemahan Fungsional :

·         Komunikasi lintas departemen fungsional yang buruk

·         Tanggapan lambat yang diberikan pada perubahan lingkungan, ketinggalan inovasi

·         Keputusan terkonsentrasi pada hirarki puncak, menciptakan penundaan

·         Tanggung jawab bagi masalah yang muncul sulit ditunjukkan secara tepat

·         Pandangan terbatas mengenai sasaran organisasi dari pada karyawan

·         Pelatihan manajemen umum yang terbatas bagi karyawan

b)   Divisional

Departemen dikelompokkan ke dalam divisi mandiri terpisah berdasarkan pada kesamaan produk, program, atau daerah geografis. Perbedaan keterampilan merupakan dasar departementalisasi, dan bukannya kesamaan keterampilan.

Keunggulan Divisional :

·         Cepat tanggap, fleksibilitas pada lingkungan yang tidak stabil

·         Memperhatikan kebutuhan konsumen

·         Koordinasi yang luar biasa lintas departemen fungsional

·         Pembebanan tanggung jawab yang jelas bagi permasalahan produk

·         Penekanan terhadap keseluruhan produk dan tujuan divisional

·         Pengembangan keterampilan manajemen umum

Kelemahan Divisional :

·         Duplikasi sumberdaya lintas divisi

·         Kurang pendalaman teknis dan spesialisasi dalam divisi-divisi

·         Koordinasi yang buruk lintas divisi

·         Kurangnya kendali sumberdaya menajemen puncak

·         Kompetesi untuk sumberdaya perusahaan

c)   Matriks

Rantai komando divisional dan fungsional diimplementasikan secara simultan dan membebani satu sama lainnya dalam departemen yang sama. Terdapat dua rantai komando, dan beberapa karyawan memberikan laporan pada dua bos.

Keunggulan Matriks :

·         Penggunaan sumberdaya yang lebih efisien dibandingkan pada hirarki tunggal

·         Fleksibilitas dan adaptabilitas terhadap lingkungan yang terus berubah

·         Pengembangan keterampilan manajemen umum dan spesialis

·         Kerja sama interdisiplin, ketersediaan ahli untuk seluruh divisi

·         Pelebaran tugas-tugas bagi para karyawan

Kelemahan Matriks :

·         Frustasi dan kebingungan dari rantai komando ganda

·         Konflik tinggi antara dua sisi matriks

·         Banyak pertemuan, lebih banyak diskusi daripada tindakan

·         Membutuhkan pelatihan hubungan manusia

·         Dominasi kekuatan oleh salah satu sisi matriks

d)   Tim

Organisasi membentuk serangkaian tim untuk menyelesaikan tugas-tugas khusus dan untuk mengkoordinasikan departemen-departemen utama.

Keunggulan Tim :

·         Punya beberapa keunggulan struktur fungsional

·         Mengurangi hambatan antar departemen, meningkatkan kompromi

·         Mengurangi waktu untuk merespon, keputusan lebih cepat diambil

·         Moril yang lebih baik, antusiasme dari keterlibatan karyawan

·         Mengurangi biaya overhead administrasi rutin

Kelemahan Tim :

·         Loyalitas ganda dan konflik

·         Waktu dan sumberdaya lebih banyak untuk pertemuan Desentralisasi tidak terencana

e)   Jaringan

Organisasi menjadi suatu pusat yang kecil, terhubung secara elektronis dengan organisasi lainnya yang melakukan fungsi-fungsi vital.

Departemen bersifat independen dan melayani kontrak dengan sentral untuk mendapatkan keuntungan.



Keunggulan Jaringan :

·         Daya saing global

·         Fleksibilitas tenaga kerja / tantangan

·         Mengurangi biaya administratif

·         Daya saing global

·         Fleksibilitas tenaga kerja / tantangan

·         Mengurangi biaya administratif





Kelemahan Jaringan :

·         Tidak ada pengendalian langsung

·         Dapat kehilangan bagian organisasi

·         Lemahnya loyalitas karyawan

2.3   Deskripsi dan Spesifikasi Tugas

Sebuah deskripsi jabatan merupakan satu pernyataan tertulis tentang apa yang sesungguhnya dilakukan pemegang jabatan, bagaimana dia melakukannya, dan dalam kondisi apakah pekerjaan itu dijalankan.Deskripsi jabatan bukan sekedar menjelaskan tentang suatu jabatan, akan tetapi juga menjelaskan lebih lanjut tentang tugas-tugasnya, tanggung jawabnya, wewenang dan sebagainya. Dengan demikian, diharapkan setiap karyawan/pegawai yang memangku jabatan tersebut akan memahami batas-batas antara lain dari tugas-tugas, tanggung jawab serta wewenangnya. Hal ini tentu untuk menghindari terjadinya overlapping antara jabatan yang satu dengan jabatan yang lainnya.

Agar deskripsi jabatan yang dibuat dapat merupakan landasan atau pedoman pelaksanaan tugas secara efektif dan efisien, maka deskripsi jabatan yang dibuat haruslah sedemikian rupa sehingga tidak terjadi penetapan tugas-tugas antara jabatan yang satu dengan jabatan yang lain dapat menimbulkan kesimpangsiuran atau overlapping. Oleh karena itu, maka penyusunan deskripsi jabatan untuk suatu jabatan tertentu tidak lepas dari format standar yang harus dipenuhi.

Walaupun tidak terdapat format standar yang baku dan berlaku untuk semua organisasi, namun secara umum deskripsi jabatan memuat hal-hal sebagai berikut :

a)   Identifikasi jabatan.

Bagian identifikasi jabatan memuat informasi-informasi tentang nama jabatan, kode jabatan, tanggal analisis, penyusun, dan dalam departemen apa.

b)   Ringkasan jabatan.

Ringkasan jabatan hendaknya menggambarkan sifat umum dari jabatan, yaitu berupa fungsi dan kegiatan utamanya.

c)   Hubungan, tanggung jawab, dan kewajiban.

Bagian ini memperlihatkan hubungan pemegang jabatan dengan pihak atau bagian lain, baik di dalam organisasi maupun luar organisasi. Batas-batas tanggung jawab serta kewajiban utama jabatan itu juga perlu dijelaskan.

d)   Wewenang dari pemegang jabatan.

Bagian ini menentukan batas-batas wewenag pemegang jabatan, termasuk wewenang pengambilan keputusannya dan batas-batas penganggarannya.

e)   Standar kinerja.

Bagian ini menetapkan standar-standar yang diharapkan bisa dicapai oleh karywan pada masing-masing tugas dan tanggung jawab dari deskripsi jabatan.

f)    Kondisi kerja.

Deskripsi jabatan juga akan merangkum kondisi kerja umum yang tercakup pada jabatan. Misalnya, masalah kebisingan, kondisi bahaya, dan suhu udara dalam ruang pekerjan.

Spesifikasi jabatan (job specification) menunjukkan siapa yang melakukan pekerjaan itu dan factor-faktor manusia yang diisyaratkan (Handoko : 1996). Di dalam spesifikasi jabatan ditentukan kemampuan dan bakat dasar yang harus dimiliki untuk menjalankan pekerjaan. Pada umumnya spesifikasi jabatan memuat ringkasan pekerjaan yang jelas yang diikuti oleh kualifikasi definitive yang dibutuhkan dari calon yang memangku jabatan itu. Misalnya, tingkat pendidikan, keadaan fisik, pengetahuan dan kecakapan, status, jenis kelamin, umur, pengalaman, dan karakter.



2.4        Sistem Penggajian

Masalah pendapatan kerja bagi karyawan merupakan hal yang sensitif dan berpengaruhlangsung pada produktivitas kerja individu. Bagi Perusahaan, sistem gaji yang telah ada bukan semata hanya untuk memenuhi Peraturan Pemerintah dalam kaitannya dengan UMR, tetapi yang lebih penting yaitu untuk menciptakan keseimbangan/ fairnesse antaraapa yang diberikan karyawan pada Perusahaan, diimbangi oleh apa yang diberikan Perusahaan untuk karyawannya.

Hal ini tampaknya sederhana, tetapi dalam prakteknya sangatlah sulit, terlebih lagi bila Perusahaan belum memiliki Sistem Gaji yang mengacu pada obyektivitas beban kerja (work load) bagi para karyawannya. Apabila Perusahaan telah memiliki Sistem Gaji melaluipendekatan metode tertentu yang bersifat kuantitatif, akan sangat membantu bagi peyelenggaraan pemeliharaan SDM,Namun pada kenyataannya banyak metode kuantitatif yang ditawarkan dan setelah diterapkan tetap menimbulkan masalah bagi Perusahaan.  Hal ini biasanya timbul karena metode tersebut kurang sesuai dengan karakteristik lingkungan Perusahaan yang ada di Indonesia dimana faktor-faktor yang berkaitan dengan masa kerja dan pengakuan terhadap pengalaman kurang dipertimbangkan. Selain itu aspek perlindungan dan kesejahteraan seperti pemberian asuransi, program pensiun yang umumnya diberikan Perusahaan dan dikelola oleh Instansi lain, memiliki kaidahkaidah yang telah diatur oleh Perundangan Ketenagakerjaan tetapi tidak selaras dengan sistem gaji yang dianut oleh Perusahaan.

Untuk itu adalah sangat bermanfaat bila Perusahaan menerapkan Sistem Gaji yang komprehensif, baik dari sisi aturan Pemerintah maupun untuk menciptakan kepastian dan kewajaran /fairnesses  bagi Karyawannya serta setara untuk jenis dan skala Perusahaan yang serupa.

Sistem Gaji dengan pendekatan kuantitatif pada umumnya akan lebih mudah diterima dan dipahami bagi setiap pekerjaan memiliki nilai/skor sebagai hasil pembobotan.  Skor tersebut akan mencerminkan beban kerja bagi individu yang memangku pekerjaan tersebut.

Manfaat Sistem Penggajian 

Manfaat Umum : Kemanfaatan sistem penggajian pada umumnya merupakan gabungan antara Tujuan Manajemen Perusahaan dan harapan para Karyawan seperti antara lain :



·         Sebagai daya tarik bagi tenaga kerja yang diperlukan oleh Perusahaan.

·         Memelihara keberadaan Karyawan untuk tetap bergabung dengan Perusahaan.

·         Merupakan imbalan/kompensasi yang setimpal atas prestasi yang telah diberikan Karyawan.

·         Mencerminkan adanya keadilan yang mendasari perhitungan pembayaran imbalan untuk setiap pekerjaan sesuai dengan perbedaan masing-masing kontribusinya pada Perusahaan.

·         Tidak bertentangan dengan peraturan Pemerintah.

·         Tidak melebihi kemampuan keuangan Perusahaan, tetapi juga cukup atraktif bagi perusahaan sejenis.

Manfaat Khusus : Dengan sistem penggajian yang mendasarkan diri pada beban kerja (work load) dan dilakukan pembobotan secara kuantitatif, maka akan diperoleh manfaat antara lain :

·         Terukur bagi setiap pekerjaan; karena masing-masing memiliki nilai/skor yang ditentukan atau disepakati secara bersama-sama.

·         Mudah dilakukan penyesuaian terhadap keadaan/perkembangan ekonomi terutama atas terjadinya laju inflasi tahunan.

·         Fair; karena sebanding dengan karya individu yang disumbangkan untuk tempat kerjanya.





























BAB III
PENUTUP

3.1        Kesimpulan

1.    Sumber daya manusia dalam suatu organisasi merupakan penentu yang sangat penting bagi keefektifan berjalannya kegiatan di dalam suatu

2.    Organisasi adalah sekelompok orang (dua orang ataupunlebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yag telah ditetapkan sebelumnya.

3.    Bentuk Struktur Organisasi : Fungsional, Divisional, Matriks, Tim, Jaringan.

4.    Masalah Gaji/Pendapatan/Imbalan Kerja bagi Karyawan merupakan hal yang sensitif dan berpengaruh langsung pada produktivitas kerja individu. Dan perusahaan sangatlah bergantung pada kualitas SDM yang dimilikinya.

3.2       Saran

Saran dari penulis, semoga kedepannya dalam system penggajian SDM ini utamanya karyawan harus seimbang dengan jerih payah yang mereka berikan untuk perusahaan yang di naunginya. Karena karyawan cukup punya andil besar bagi kemajuan suatu perusahaan. Jika system penggajian karyawan kurang dari apa yang telah mereka berikan maka cukup berpotensi buruk bagi kerja karyawan dan akan mengakibatkan hal buruk bagi perusahaan.

3.3       Komentar

SDM sangat memliki peranan penting dala sebuah organisasi. Jika dalam sebuah organisasi terdapat SDM yang berkompeten maka tidak diragukan lagi organisasi tersebut akan mencapai kesuksesan  SDM sangat di haruskan untuk memliki semangat kerja agar semua tujuan dari organisasi tersebut dapat di capai.

Dalam system penggajian pun jika seorang pekerja banyak memiliki kontribui yang positif bagi perusahaan maka pekerja akan menerima gaji yang besar dari perusahaan tersebut, sebaliknya jika seorang pekerja tidak berkontribusi banyak bagi perusahaan maka kemungkinan besar dia dapat gaji kecil atau kemungkinan terburuk dia bias di keluarkan dari perusahaan terebut.

Dari situ bisa saya dapatkan apabila SDM berkompeten, bersemangat. Berkontribusi, dan barperilaku baik maka mereka akan mendapatkan gaji setimpal sama dengan jasa yang sudah mereka berikan.




DAFTAR PUSTAKA