Rabu, 09 Januari 2019

Sikap Menumbuhkan Semangat dalam Belajar

Sikap Menumbuhkan Semangat dalam Belajar
              Apa itu Semangat? Dalam KBBI Semangat adalah kekuatan (kegembiraan, gairah) batin. Semangat akan selalu ada dalam diri manusia, karena menyangkut hati dan perasaan manusia. Semangat bisa kita pancing sendiri ataupun dengan bantuan oranglain. Missal ketika kita mendengarkan pidato Presiden yang menggebu-gebu membuat hati kita seakan terbakar semangat yang tinggi untuk memajukan negeri kita. Tapi semangat tidak selamanya akan ada setiap saat dalam diri kita, semangat akan mudah hancur ketika hati dan perasaan kita dibuat sedih ataupun semangat kita di lecehkan oleh orang lain, yang membuat diri kita sendiri rapuh akan hal itu. Maka dari itu saya akan menjabarkan cara yang saya lakukan setiap hari untuk menumbuhkan semangat dalam belajar.
         Kenapa kita butuh semangat dalam belajar? Karena belajar itu adalah hal yang harus kita lakukan untuk kegiatan hidup kita selanjutnya, entah itu dari pengalaman, ataupun buku. Mahatma Gandhi pernah mengatakan “Hiduplah Seakan Kamu Akan Meninggal Esok Hari, Belajarlah Selayaknya Kamu Akan Hidup Selamanya” Mahatma Gandhi ini adalah tokoh yang saya kagumi. Dari pepatah itu bisa kita dapatkan sesuatu pencerahan kalo belajar itu akan mendapatkan sesuatu yang berharga untuk hidup kita kelak.
         Kita mulai pembahasannya. Menumbuhkan Semangat dalam Belajar itu mudah-mudah sulit. Kenapa saya katakan begitu? Karena yang saya alamai ya begitu, semangat tuh kadang datang tiba-tiba kadang pergi pun tiba-tiba. Ketika pagi telah tiba dan saat waktu sekolah pun harus dijalankan, yang dimana disekolah itu adalah tempatnya belajar. Tapi pasti sebagian orang ada yang mulai malas untuk mejalankan rutinitas itu, dari mulai bangun pagi-pagi sampai harus jalan ke sekolah. Jadi gimana menumbuhkan semgat untuk belajar di sekolah? Sebenernya cukup gampang. Bangunlah pas suara adzan berkumandang karna itu kewajiban kita sebagai umat islam, dan tidak lupa berdoa lah sesudah shalat subuh minta agar dijauhkan dari kemalesan sesaat. Mahatma Gandhi pernah mengatakan “Doa Adalah kunci di pagi hari, ledakanlah saat sore hari”. Jadi jangan lupa berdoa ya.
         Saat di sekolah sebelum bel berbunyi agar semangat dalam belajar tidak hilang usahakan kita jangan menyendiri. Kenapa tidak boleh menyendiri? karna ketika kita menyendiri rasa bosan akan dating dan hilanglah semangat belajar di pagi hari. Usahakan berbaur bersama teman-teman kita. Canda tawa akan membuat suasana hati kita merasa nyaman dan tidak akan berubah haluan kepada kegelisahan.
         Ketika pelajaran dimulai mungkin saat itu kita masih dalam keadaan semangat, tapi bagaiman ketika kita yang khatirkan muncul tiba-tiba, misal dapat guru yang mengajarnya bisa di katakan keras. Salah sedikti langsung di marahi. Lunturlah semangat yang sudah susah-susah kita tumbuhkan. Jadi apa solusinya jika begitu? Solusinya adalah lupakan pandangan terhadap guru tersebut, hadapi guru itu dengan segala kekuatan yang ada dalam artian begini jika kamu mendapatkan guru tersebut kalahkan dengan ketekunan mu dalam belajar, kuatkan tekad bahwa kamu bisa mendapatkan pujian dari guru tersebut. Karena sesungguhnya guru itu hanya ingin kita rajin belajar dan mengerti apa yang ia ajarkan. Jangan lah kalah sama kekhawatiran yang berakibat buruk pada semangat belajarmu. Mahatma Gandhi pernah mengatakan “Tidak ada yang lebih menghabiskan waktu daripada kekhawatiran, dan orang-orang yang mengaku percaya pada tuhan patut malu apabila mereka mengkhatirkan sesuatu hal” jadi buat apa selamanya takut pada kekhatiran yang hanya menghabiskan waktu saja, dan kita percaya pada tuhan jadi tuhan punya rencana baik dari semua itu kan. Hadapi!!!
         Ketika Ujian tiba dan kamu sudah cape-cape belajar tapi nilai yang kamu dapatkan tidak sesuai sama apa yang kamu inginkan, apa yang akan kamu lakukan? Mungkin sebagian orang merasakan putus asa, sesemangat kita dalam belajar percuma kalua hasilnya tetap nihil, dan semangat pada belajar pun akan sirna seketika. Tetapi apakah 6 bulan kemudian pada saat ujian tiba lagi kamu akan dapat hasil yang seperti itu lagi atau malah lebih buruk lagi. Pastinya lebih buruk dong ya, jadi kenapa kita gak mencoba lagi mungkin hasilnya akan membaik seiring waktu. Kan tidak ada yang tahu seperti apa hari esok. Mahatma Gandhi pernah mengatkan “Kamu mungkin tidak akan pernah tahu apa hasil dari tindakanmu, namun ketika kamu tidak bertindak apapun maka tidak akan ada hasil yang terjadi” jadi buat apa mematahkan semangat hanya karna tak sesuai harapan, mungkin di kemudia hari apa yang kamu buat akan ada artinya.
         Semanga belajar pun bisa luluh disaat kita mendapatkan kemarahan yang besar terhadap sesuatu. Misalnya ketika di rumah kita kesal terhadap orang tua kita yang setiap saat mengomel ketika kita pulang terlambat dikarenakan kita mampir dulu kerumah teman utnuk sejenak melepaskan penat seharian belajar. Alhasil yang niatnya dirumah mau belajar lagi malah jadi malas cuman karena kesal. Jadi usahakan kita jangan dibuat kesal atau marah karena orangtua hanya khawatir anaknya belum pulang dari sekolah, ceritakan kejadiannya apapun itu. Jangan langsung kesal dibuatnya, jangan kalah hanya karna rasa Marah dan Kesal. Mahatma Gandhi pernah mengatakan “Kemarahan adalah musuh dari Kedamaian” kalo kamu terbawa emosi kan bisa gawat yang ada nanti kamu gak rukun lagi loh sama orangtua mu.
         Mungkin dalam pikiran kalian berpikir kenapa harus belajar dengan semangat si? Kenapa? Karena kita membutuhkan sebuah gerakan dalam hati kita supaya kita tekun, mau, rajin, tidak menyerah dalam hal belajar. Di negara kita ini masih kurang orang yang berpendidikan asli, masih banyak orang yang menghalalkan segala cara hanya untuk gelar. Kalian tidak melihat masih banyak orang-orang yang pingin sekolah hanya karena ia tidak ingin ada yang seperti dia kelak, ada juga yang pengen membuat perubahan pada negara ini. Apakah kita akan kalah dengan orang-orang yang nasib nya tak seberuntung kita? Apa cuman segitu semangat kalian? Jadi ayolah buat perubahan pada diri sendiri, negara ini butuh orang-orang yang berilmu untuk memakmurkan bangsa kita.
         Seblum kita sudahi pembahasan ini, mari kita tanamkan Tekad yang kuat agar kita dapat Semangat dalam belajar. Karena tekad adalah power
“Kekuatan tidak berasal dari kemampuan fisik, melainkan berasal dari tekad yang gigih”
Mahatma Gandhi

Rencana Bisnis TIK

Bisnis Aplikasi Tv Online
1.  Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa
     Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perseorangan dan/atau badan usaha yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana dimaksud dalam undang-undang yang mengatur mengenai Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.
Pengadaan Barang/Jasa adalah kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa oleh Pelaku penjualan yang prosesnya dimulai dari perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa.
Pengguna Barang/Jasa adalah Costumer yang memakai/memebeli produk/asa yang dijajakan
     Penyedia Barang/Jasa adalah badan usaha atau orang perseorangan yang menyediakan Barang/Pekerjaan Konstruksi/ Jasa Konsultansi/Jasa Lainnya.
Pengadaan secara elektronik atau E-Procurement adalah Pengadaan Barang/Jasa yang dilaksanakan dengan menggunakan teknologi informasi dan transaksi elektronik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
     E-Purchasing adalah tata cara pembelian Barang/Jasa melalui sistem katalog elektronik.
     Pengadaan barang dan jasa yang akan di lakukan adalah membeli lisensi dari pihak vendor(penyedia barang) khususnya pihak tv yang akan kita jadikan sebagai produk yang akan kita jual ke costumer dalam bentu layanan streaming audio/video. Kita akan berlakukan pembayaran tiap tahun untuk lisensi dari pihak Televisi.
     Pengguna barang dan jasa (Costumer) nanti akan kita berlakukan pembayaran tiap bulan agar dapat mendapatkan service dari kami untuk tontonan yang lebih fleksible dan bisa di tonton dimana saja.





2.  Sumber Informasi tentang Penawaran atau Peluang Proyek TIK
Technopreneurship merupakan sebuah istilah wirausaha yang dikhususkan bagi wirausahawan yang bergerak di bidang teknologi informasi.
1.   Proses mencari informasi peluang usaha
Ø  Informasi tentang kepribadian dan kemampuan diri
Dalam kepribadian saya, saya sangat susah ketika ingin menonton televisi atau channel yang saya suka untuk kebutuhan hiburan saya ketika saat-saat membosankan hadir. Kemampuan saya dalam pemrograman pun tidak buruk.
1.   Peluang yang dapat diraih
Peluang yang dapat diraih dalam bisnis ini sangat menjanjikan diman setiap orang pasti perlu hiburan yang sangat efisien ketika dia dimanapun itu.
2.   Kebutuhan dan keinginan konsumen
Kebutuhan konsumen mungkin berbeda-beda tapi sekitar 60% orang pasti membutuhkan hiburan.
3.   Situasi persaingan
Persaingan dalam dunia bisnis ini sangat beragam. Terutama persaingan dengan Media hiburan yang sudah sangat banyak digunakan oleh orang lain. Tapi kami akan berusaha sebaik mungkin untuk menjadikan bisnis ini terdominasi oleh kami dengan pelayanan terbaik untuk konsumen.
2.   Sumber Ide Usaha
4.   Berdasarkan keahlian
Dengan latar belakang saya sebagai Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika maka dengan ini saya membuat sebuah Layanan Tv Kabel Online.
5.   Membuat inovasi baru
Membuat inovasi baru dalam sebuah penayangan program televisi, yang biasanya hanya bisa dinikmati di rumah. Sekarang bisa dinikmati dimanapun asal ada Internet


3.  Kerangka Acuan Kerja
A.   Format
Kementerian Negara/Lembaga: …………………………….
Unit Organisasi: …………………………….
Program: …………………………….
Sasaran Program: …………………………….
Usulan SBK: Kegiatan/Subkegiatan/Detil Kegiatan *)
Kegiatan: …………………………….
Subkegiatan: …………………………….
Detil Kegiatan: …………………………….
1)  Latar Belakang (why)
·       Dasar Hukum
·       Gambaran Umum
·       Alasan Kegiatan Dilaksanakan
2)  Kegiatan Yang Dilaksanakan (what)
·       Uraian Kegiatan
·       Batasan Kegiatan
3)  Maksud dan Tujuan (why)
·       Maksud Kegiatan
·       Tujuan Kegiatan
·       Indikator Keluaran dan Keluaran
·       Indikator Keluaran (kualitatif)
·       Keluaran (kuantitatif)
4)  Cara Pelaksanaan Kegiatan (how)
·       Metode Pelaksanaan
·       Tahapan Kegiatan
5)  Tempat pelaksanaan Kegiatan (where)
6)  Pelaksana dan Penanggung Jawab Kegiatan (who)
·       Pelaksana kegiatan
·       Penanggungjawab kegiatan
·       Penerima manfaat
7)  Jadwal Kegiatan
·       Waktu pelaksanaan kegiatan (when)
·       Matriks pelaksanaan kegiatan (time table)
8)  Biaya (how much): total biaya yarrg diperlukan dalam kegiatan.
Tata cara pengisian format KAK adalah sebagai berikut:
Ø  Kementerian Negara/Lembaga, diisi dengan nomenklatur Kementerian Negara/Lembaga.
Ø  Unit Organisasi, diisi dengan nomenklatur Unit Eselon I yang bersangkutan.
Ø  Program, diisi dengan nama program.
Ø  Sasaran Program, diisi dengan sasaran program dalam Renja K/L atau RKP.
Ø  Usulan SBK: diisi sesuai dengan posisi (level) usulan SBK serta keterkaitan dengan kegiatan, subkegiatan dan detil kegiatan.
B.   Sistematika
1)    Latar Belakang
Menjelaskan dasar hukum yang terkait dan kebijakan Kementerian Negara/Lembaga yang merupakan dasar keberadaan kegiatan/aktivitas berkenaan berupa Peraturan Perundangan yang berlaku, Rencana Strategis Kementerian Negara/Lembaga, dan Tugas Fungsi Kementerian Negara/Lembaga, sedangkan gambaran umum merupakan penjelasan secara singkat mengapa (why) kegiatan tersebut dilaksanakan dan alasan penting kegiatan tersebut dilaksanakan serta keterkaitan kegiatan yang dipilih dengan kegiatan keluaran (output) dalam mendukung pencapaian sasaran dan kinerja program/yang pada akhirnya akan mendukung pencapaian tujuan kebijakan.
2)  Kegiatan yang dilaksanakan
Menjelaskan uraian kegiatan apa (what) yang akan dilaksanakan dan batasan kegiatan.
3)  Maksud dan Tujuan
Menjelaskan mengapa (why) kegiatan harus dilaksanakan dan berisikan hasil akhir yang diharapkan dari suatu kegiatan (bersifat kualitatif) serta manfaat (outcome) kegiatan.
4)  Indikator Keluaran dan Keluaran
Menjelaskan indikator keluaran berupa target yang ingin dicapai (bersifat kualitatif) dan keluaran (output) yang terukur dalam suatu kegiatan (bersifat kuantitatif). Misalnya: 50 km, 40 m², 20 orang, 1 LHP, dan lain-lain.
5)  Cara Pelaksanaan Kegiatan
Menjelaskan bagaimana (how) cara pelaksanaan kegiatan baik berupa metode pelaksanaan, komponen, tahapan dalam mendukung pencapaian keluaran (output) kegiatan.
6)  Tempat Pelaksanaan Kegiatan
Menjelaskan dimana (where) kegiatan tersebut akan dilaksanakan.
7)  Pelaksana dan Penanggungjawab Kegiatan
Menjelaskan siapa (who) saja yang terlibat dan bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatannya.
8)  Jadwal Kegiatan
Menjelaskan berapa lama dan kapan (when) kegiatan tersebut dilaksanakan, dengan dilengkapi time tablekegiatan.
9)  Biaya
Berisikan total biaya (how much) kegiatan sebesar nilai nominal tertentu yang dirinci dalam (Rencana Anggaran Biaya) RAB sebagai lampiran KAK.
10)              Penandatangan KAK
Diisi pejabat yang bertanggung jawab pada kegiatan yang akan dilaksanakan.










Komentar atau Tanggapan
Dalam perencanaan Bisnis TIK disusun dengan sangat sistematis, dimana ada Regulasi pengadaan sumber Barang/Jasa dan ada pula Kerangka Acuan Kerja yang dimana ini akan ditandatangani oleh pejabat yang bertanggung jawab pada kegiatan yang akan di laksankan.
Technopreneurship bisa dikatakan sebagai suatu proses pembaruan dunia usaha konvensional yang selama ini terkesan tidak dinamis. Dengan perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi tentunya dunia Technopreneurship akan selalu berinovasi dan berkembang seiring waktu.sehingga pemanfaatan teknologi insormasi tersebuat akan terus maju.