BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebelum kita berbicara hubungan Manusia dan Penderitaan, kita terlebih dahulu mengetahui apa itu pengertian atau definisi secara terpisah antara Manusia dan Penderitaan. Penderitaan dari kata derita. Kata derita berasal dari kata bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau bathin, atau lahir bathin. Yang termasuk penderitaan itu ialah keluh kesah, kesengsaraan, kelaparan, kekenyangan, kepanasan, dan lain – lain.
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Pengertian penderitaan
Penderitaan adalah bahasa yang sering kita dengar. Penderitaan berasal dari kata derita.Kata derita berasal dari bahasa Sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. penderitaan bisa bersifat lahir dan bersifat batin. Setiap manusia memiliki penderitaan yang berbeda –beda. Manusia dikatakan menderita apa bila dia memiliki masalah, depresi karena tekanan hidup, dan lain .
·
Contoh-contoh
penderitaan
Di bawah ini adalah beberapa contoh penderitaan yang mungkin sering kita lihat di lingkungan kita
·
Pemutusan
hak kerja
Bagi orang yang sudah berkeluarga mungkin penderitaan ini
yang paling di takutkan apalagi bagi seorang ayah yang mempunyai
kewajiban
menafkahi keluarganya,hal ini akan berdampak buruk tidak hanya bagi sang
yah namun juga bagi keluarganya.
menafkahi keluarganya,hal ini akan berdampak buruk tidak hanya bagi sang
yah namun juga bagi keluarganya.
·
Kehilangan
orang tua
Hubungan kita dengan orang tua merupakan suatu hubungan yang
unik. Oleh sebab itu pasangan diharapkan bisa memahami makna kehilangan ini.
Misalnya dengan berusaha menggantikan posisinya demi mendukung pasangan. Antara
lain dengan cara selalu berada di dekatnya, menjadi pendengar yang baik, dan
selalu siap membantunya.
2.2 Siksaan
Digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologi. Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk mendapatkan pengakuan. Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan atau sebagai alat untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi suatu pemerintah. Sepanjang sejarah, siksaan telah juga digunakan sebagai cara untuk memaksakan pindah agama atau cuci otak politik.
Digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologi. Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk mendapatkan pengakuan. Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan atau sebagai alat untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi suatu pemerintah. Sepanjang sejarah, siksaan telah juga digunakan sebagai cara untuk memaksakan pindah agama atau cuci otak politik.
·
Phobia
Phobia adalah ketakutakan terhadap sesuatu secara berlebihan.
Phonia bisa disebabkan karena trauma atau pengalaman buruk yang peranhdialami
orang tersebut pada waktu masih kecil atau pengalaman unik yang tak terlupakan.
Beberapa jenis phobia yang sering kita jumpai adalah phobia terhadap
ketinggian, hewan peliharaan kegelapan dan reptil.
ternyata phobia sendiri terbagi dari menjadi beberapa jenis yaitu :
Clinophobia
Agrizoophobia
Novercaphobia
Heliophobia
Alektorophobia
Amaxophobia
Hedonophobia
Sinophobia
Soceraphobia
Ombrophobia
Pharmacophobia
ternyata phobia sendiri terbagi dari menjadi beberapa jenis yaitu :
Clinophobia
Agrizoophobia
Novercaphobia
Heliophobia
Alektorophobia
Amaxophobia
Hedonophobia
Sinophobia
Soceraphobia
Ombrophobia
Pharmacophobia
·
Sifat
siksaan psikis
Kebimbangan, siksaan ini terjadi ketika
manusia sulit untuk menentukan pilihan yang mana akan meraka ambil dan mereka
tidak ambil. Situasi ini sangat membuat psikis manusia tidak stabil dan butuh
pertimbangan yang amat sangat sulit.
Kesepian, merupakan perasaan sepi yang amat sangat tidak diinginkan oleh setiap manusia. Pada hakikatnya manusia itu adalah makhluk yang bersosial ,hidup bersama dan tidak hidup seorang diri.Faktor ini dapat mengakibatkan depresi kejiwaan yang berat dan merupakan siksaan paling mendalam yang menimpa rohani manusia
Ketakutan, adalah suatu reaksi psikis emosional terhadap sesuatu yang ditakuti oleh manusia. Rasa takut ini dapat menimbulkan traumatik yang amat mendalam. Dampaknya manusia bisa kehilangan akal pikirannya dan membuat manusia berkejatuhan mental.
Kesepian, merupakan perasaan sepi yang amat sangat tidak diinginkan oleh setiap manusia. Pada hakikatnya manusia itu adalah makhluk yang bersosial ,hidup bersama dan tidak hidup seorang diri.Faktor ini dapat mengakibatkan depresi kejiwaan yang berat dan merupakan siksaan paling mendalam yang menimpa rohani manusia
Ketakutan, adalah suatu reaksi psikis emosional terhadap sesuatu yang ditakuti oleh manusia. Rasa takut ini dapat menimbulkan traumatik yang amat mendalam. Dampaknya manusia bisa kehilangan akal pikirannya dan membuat manusia berkejatuhan mental.
2.4 KEKALUTAN MENTAL
Pengertian
kekalutan mental
Pengertian
kekalutan mental merupakan suatu keadaan dimana jiwa seseorang mengalami
kekacauan dan kebingungan dalam dirinya sehingga ia merasa tidak berdaya. Saat
mendapat kekalutan mental berarti seseorang tersebut sedang mengalami kejatuhan
mental dan tidak tahu apa yang mesti dilakukan oleh orang tersebut. Dengan
mental yang jatuh tersebut tak jarang membuat orang yang mengalami kejatuhan
mental menjadi tak waras lagi atau gila. Karena itu orang yang mengalami
kejatuhan atau kekalutan mental seharusnya mendapat dukungan moril dari
orang-orang dekat di sekitarnya seperti orangtua, keluarga atau bahkan
teman-teman dekat atau teman-teman pergaulannya. Hal tersebut dibutuhkan agar
orang tersebut mendapat semangat lagi dalam hidup.
Gejala-gejala
seseorang mengalami kekalutan mental
Jasmaninya
sering merasakan pusing-pusing, sesak napas, demam dan nyeri pada lambung.
Jiwanya
sering menunjukkan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, dan
mudah marah.
Tahap-tahap
gangguan kejiwaan
Tahapan-tahapan
gangguan jiwa adalah :
Gangguan
kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun
rohaninya.
Usaha
mempertahankan diri dengan cara negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara
bertahan dirinya salah, pada orang yang tidak menderita gangguan kejiwaan bila
menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan problemnya, sehingga tidak
menekan perasaannya.
Kekalutan
merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami
gangguan.
Sebab-sebab timbulnya
kekalutan mental
Kepribadian
yang lemah.
Terjadinya
konflik sosial budaya.
Cara
pematangan batin.
Proses
kekalutan mental
Proses-proses
kekalutan mental yang dialami oleh seseorang mendorongnya ke arah
Positif
: trauma (luka jiwa) yang dialami dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap
survive dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut waktu malam hari untuk
memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar untuk mengatasi kesulitan yang
dihadapinya, ataupun melakukan kegitan yang positif setelah kejatuhan dalam
kehidupan.
Negatif
: trauma dialami diperlannkan atau diperturutkan, sehingga yangbersangkutan
mengalami frustasi,yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang
diinginkan.
2.5 Penderitaan dan Perjuangan.
Penderitaan memang selalu
hadir dalam kehidupan kita, tidak berarti hidup adalah menderita / hidup adalah
untuk penderitaan. namun "Hidup adalah Berjuang karena Hidup adalah
Perjuangan". Jadi mau tidak mau kita selalu dituntut untuk terus berjuang
dlam hal apapun. dan percayalah bahwa tidak ada sesuatu yang sia - sia. Setelah
perjuangan terlaksana dan pasrah kepada Tuhan. maka dari itulah gunanya
bersosialisasi, dengan bersosialisasi
kita dapat saling membantu
dalam susah maupun senang dengan sesama manusia dalam menyelesaikan masalah dan
menyelesaikan penderitaan. namun jangan lupa disertai doa pula.
Manusia hanya merencanakan
selebihnya adalah kehendak Tuhan.
Waspada
akan penderitaan boleh dalam berbagai hal namun tetap kita tidak dapat
menghindar dari penderitaan, satu - satunya jalan keluar adalah dengan
melewatinya. Hal ini nampak bila ditinjau jenjang karir sejarah orang - orang
besar disekitar kita yang benar - benar berhasil oleh karena usahanya sendiri
dan bantuan Tuhan.
Penderitaan
kerap kali disebar luaskan dan diumumkan di berbagai media layaknya Surat
Kabar, TV, Radio, Internet dengan maksud mengetuk hati kita selaku pembaca dan
pendengar media untuk menggerakan rasa empati* rasa kemanusiaan agar dapat
turut berbelasungkawa atas penderitaan yang terjadi dan selaku manusia sosial
yang saling tolong menolog megggerakan hati kita untuk membantu mereka yang
menderita karena bencana, dan penderitaan lainnya.
Penyebab penderitaan banyak
disebabkan oleh berbagai hal di bawah ini :
Hubungan tidak baik antara
manusia dengan manusia yang mengakibatkan penderitaan didasari rasa dengki,
iri, sakit hati, kejam serta alasan lain yang mendasari perbuatan buruk manusia
lain terhadap sesama yang dapat memicu penderitaan entah itu dari korban yang
mengalami maupun pelaku yang mengalami derita.
Hubuan tidak baik antara
manusia dengan Alam yang mengakibatkan bencana, kurangnya kesadaran manusia
untuk merawat alam dan bahkan manusia yang sengaja merusak alam dengan
Ketamakan hanya karena
masalah uang sehingga terjadi berbagai becana seperti Longsor.
Penderitaan karena cobaan,
disini kita dituntut akan kesetiaan kita melalui suatu cobaan dan percayalah
bahwa Tuhan tidak akan meberikan suatu cobaan diluar kemampuan umat-Nya.
berbagai pengaruh dari
penderitaan dapat dikategorikan bersifat positif dan negatif tergantung dari
bagaimana manusia menghadapi kenyataan ini,
apabila menyikapi secara
positif dengan mudah ia bisa menepis pegaruh penderitaan itu dengan contoh
motto yang telah saya berikan bahwa
"Hidup adalah Berjuang
karena Hidup adalah Perjuangan". jadi dia bisa kuat menghadapi penderitaan
da selalu berusaha kuat untuk menghadapi penderitaan.
Lawannya adalah sika
negatif dalam menghadapi penderitaan, ini efek terparahnya yakni penyesalan,
minder berlebihan, tidak bahagia, selalu putus asa manusia mudah
meyerah dalam hidup dan
tidak sedikit yang lebih memilih mati meskipun mati bukanlah cara untuk
menyelesaikan penderitaan.
2.5 Penderitaan, Media Massa, dan Perjuangan.
Dalam zaman serba modern
sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah
dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya mensejahterakan manusia dan
senjata, peluru kendali, pabrik bahan kimia merupakan sumber peluang terjadinya
penderitaan manusia. Hal ini sudah terjadi seperti bom atom di Hirosyima dan
Nagasaki, kebocoran reactor nuklir di Uni Soviet , kebocoran gas beracun di
India, pengunaan peluru kendali dalam perang Irak dan yang baru terjadi di
Jepang tepatnya di Fukushima terjadi ledakan reactor nuklir yang menyebabkan
radiasi nuklir yang membahayakan kesehatan manusia,akibatnya masyarakat sekitar
yang tinggal di daerah tersebut harus di ungsikan ke tempat yang jauh dari
daerah terkena radiasi.
Beberapa sebab lain yang
menimbulkan penderitaan manusia ialah, kecelakaan, bencana alam, bencana perang
dal lain – lain. Contoh tenggelamnya kapal tampomas dua diperairan malasembo,
jatuhnya pesawat Hercules yang mengangkut para perwira muda di Condet,
meletusnya gunung galunggung dan perak irak dan iran.
Berita mengenai
penderitaan silih berganti mengisi lembaran Koran, berita di televisi, radio,
dengan maksud supaya orang yang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh
penderitaan manusia. Nyatanya tidak sedikit bantuan yang datang dari dermawan
dan sukarelawan berupa material dan tenaga untuk meringankan dan menyelamatkan
mereka dari musibah ini. Media masa adalah salah satu alat yang paling tepat
untuk mengkomunikasikan peristiwa – peristiwa penderitaan manusia secara cepat
kepada masyarakat.
Dengan demikian masyarakat
dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesame manusia terutama bagi
yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan
para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca, penontonnya dapat
menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni. Contoh bagaimana
penderitaan seorang istri yang bernama Manohara akibat kekerasan rumah tangga
yang di filmkan dengan judul “Manohara”, juga ada berita seperti bagaimana
penderitaan anak bernama Arie Hangara yang mati akibat siksaan orang tuanya
sendiri yang di filmkan dengan judul “Arie Hangara”
2.6 Penderitaan dan Sebab-sebabnya.
Berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka
penderitaan manusia dapat dibagi menjadi 2 bagian sebagai berikut :
a) Nasip
buruk penderitaan ini karenakan perbuatan buruk manusia yang dapat terjadi
dalam hubungan sesama manusia dan alam sekitarnya. Perbedaan nasip buruk dan
takdir adalah jika takdir di tentukan oleh tuhan sedangkan nasib buruk
penyebabnya Karena ulah manusia itu sendiri. Contohnya : penderitaan yang
timbul karena penyakit, siksaan / azab tuhan. Namun dengan kesabaran dan
tawakal dan optimise merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan
tersebut.
b) Kehilangan
orang tua, setiap manusia pasti mencintai orang tuanya dan memiliki hubungan
yang erat dengan keluarganya. Penderitaan ini adalah yang paling sering kita
jumpa dan sangat sedih tentunya .tapi kesedihan Karena penderitaan diharapkan
tidak berlarut larut karena semua manusia yang hidup pasti akan kembali kepada
tuhannya.
c) Kemiskinan
, banyak orang yang mederita karena kemiskinan , merasa tidak pernah cukup
dengan apa yang telah ia punya sehingga mengakibatkan seseorang merasa
menderita karena tidak bisa memiliki sesuatu yang ia inginkan. Ini di karena
kan kurangnya rasa syukur manusia atas apa yang telah di berikan oleh tuhan.
d) Bencana,
tidak ada seorang pun yang dapat menghindari bencana yang tuhan berikan.
Bencana bisa kapan saja dating dan menimpa siapa saja bahkan seringkali
mengakibatkan kehilangan anggota keluarga. Trauma batin yang diakibatkan karena
bencana juga sulit di sembuhkan.
2.7 Pengaruh Penderitaan
Orang
yang mengalami penderitaan mungkin akan dapat pengaruh yang berbeda dari dalam
dan luar dirinya. Diantaranya adalah sikap positif dan negatif:
Sikap
positif : sikap optimis mengatasi penderitaan hidup bahwa hidup bukan rangkaian
penderitaan
Sikap
negatif : penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh
diri.
BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan
penderitaan berasal dari kata derita yaitu merasakan sesuatu yg tidak menyenangkan atau siksaan. Siksaan itu bisa berasal dari siksaan jasmani dan rohani. Siksaan bisa membuat kita menjadi merasa kesepian,ketakutan dan bisa juga terkena gangguan otak.Dan yang terpenting dari hal itu adalah mengambil kesimpulan yang benar dan menjadikannya sebagai pengalaman untuk menjalani hidup ini.
3.2 Saran
Untuk lebih mudah menerima segala kesedihan dan penderitaan hidup kita harus lebih mendekatkan diri kepada Tuhan berserah diri dan menerima segala sesuatu yang ada dengan syukur selalu. Karena dalam masalah yang ada saya yakin ada makna yang tersembunyi didalamnya sehingga kita harus menbuatnya menjadi pengalaman hidup, karena Pengalaman adalah Guru yang Baik
Untuk lebih mudah menerima segala kesedihan dan penderitaan hidup kita harus lebih mendekatkan diri kepada Tuhan berserah diri dan menerima segala sesuatu yang ada dengan syukur selalu. Karena dalam masalah yang ada saya yakin ada makna yang tersembunyi didalamnya sehingga kita harus menbuatnya menjadi pengalaman hidup, karena Pengalaman adalah Guru yang Baik
Sumber
:
Widyo Nugroho, Achmad Muchji. 1996. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : Universitas Gunadarma
Widyo Nugroho, Achmad Muchji. 1996. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : Universitas Gunadarma
http://alvinpriyos.blogspot.com/2015/06/bab-6-manusia-dan-penderitaan.html
http://abduladjisnasamalik.blogspot.com/2015/05/menguak-definisi-penderitaan-yang.html
http://adhwasyifa.blogspot.com/2015/06/tugas-6-ibd-manusia-dan-penderitaan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar