Rabu, 21 November 2018

Mempertahankan Diri Dari Situasi Yang Membosankan

      Bosan adalah hal yang sangat mengganggu bagi semua orang dimana kita tidak mempunyai hal atau kegiatan yang akan kita lakukan. Bosan sendiri cukup bisa di rasakan semua orang. Entah itu ketika kita sedang menunggu transportasi kita datang ataupun ketika nunggu ibu pulang dari pasar membawa makanan. Banyak sekali hal yang mebuat kita bosan dalam dunia ini. Jadi bagaimana cara agar tidak bosan? Tentu jawabannya ada pada diri kita sendiri, kita harus tau apa yang mebuat kita tidak mersakan bosan ketika harus melakukan rutinitas yang sudah sangat bosan kita jalani. Saya disini hanya akan berbagi cerita pengalaman hidup saya untuk mertahankan diri dari situasi yang membosankan. Boleh di jadikan referensi untuk hidup kalian tapi ingat kenali diri sednri dahulu.
          Keseharian saya adalah sebagai Mahasiswa di Universitas Gunadarma Jurusan Teknik Informatika. Dari senin sampai sabtu pasti selalu ada matakuliah yang mengharuskan saya datang ke kampus. Dalam pikiran kalian mungkin berkata “ wah, gampang tuh untuk tidak bosan kalo tiap minggu ngampusnya tiap hari.” Tapi tunggu dulu untuk mengampus tiap hari itu berat bagi saya dan itu sangat sangat membosankan, karena setiap hari hanya itu saja yang dilakukan, contoh bercengkrama dengan teman-teman di kampus dan juga mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk hidup di dunia yang kejam ini . Tapi apakah bisa tidak merasakan bosan sama sekali? Oh, tentu pasti ada rasa bosan dari mulai bangun untuk melaksanakan kegiatan ke kampus nan tercinta ini sampai terlelap kembali menikmati indahnya mimpi di malam hari. Sebelum masuk ke pengalaman saya ada bagusnya kita mengetahui dulu apa sih itu Bosan? Dalam KBBI Bosan adalah hal yang tsudah tidak di suka lagi karena terlalu sering atau banyak. Nah dari penjelasan itu bisa kita simpulkan Bosan itu sangat lumrah bagi semua orang yang kerjaan nya Cuma itu-itu saja. Jadi apakah kita bisa mertahankan rasa bosan itu? Maksudnya agar apa yang kita kerjakan berulang-ulang kali itu tidak menjadi hal bosan bagi kita.
          Mari kita lanjut pada pengalaman diri saya sendiri. Saya setiap hari kalo lagi sadar bangun jam set 5 untuk melaksanakan kegiatan beribadah tuhan yang maha esa di pagi hari. Kalo bisa dikatakan mungkin ini bisa dikatakan bosan untuk setiap muslim karena melakukan hal-hal yang kita ulangi setiap hari. Tapi kenapa kita tidak merasakan bosan untuk melakukan kegiatan beribadah itu? Karena setiap muslim cinta akan agamanya cinta akan tuhannya cinta akan kegiatan yang di lakukan untuk beribadah kepada tuhannya. Dari pengalaman itu kita bisa simpulkan kalau kita mencintai hal/kegiatan yang kita kerjakan maka senantiasa kita akan bertahan dalam hal yang membosankan dan menjadikan kebosanan itu bukan lagi hal yang menakutkan bagi kita. Apa Cuma mencintai kita bisa bertahan dari kebosanan? Harusnya si iya, tapi apa iya semua orang dapat dengan mudah mencintai rutinitas dia? Jadi mari kita lanjut. Pada hari itu saya mendapatkan jadwal kuliah jam 10. Saya selesai mandi itu jam 6 otomatis saya harus menunggu 4 jam lagi untuk memulai perkuliahan. Kali tahu sendiri kalo menunggu itu adlah hal yang ter- paling membosankan dalam hidup ini. Terus gimana dong agar menunggu itu tidak bosan? Pengalaman saya sendiri ketika menunggu itu saya selipkan kegiatan yang positif, entah itu main game, mengerjakan tugas yang belum selesai dikerjakan, baca cerita webtoon atau mungkin hal yang tidak sering orang lakukan pun bisa (maaf bukan mengajarkan hal yang berbau negative, ini hanya sekedar sharing pengalaman pribadi) berhubung saya vapers jadi pada selang waktu menunggu saya gunakan dengan membuild Tank yang dipakai untuk menghisap asap dan menuangkan cairan liquid ke dalam tank terselip. Nah disini dapat kita simpulkan untuk hal yang ter-paling membosankan dalam hidup ini yaitu menunggu bisa kita selingi dengan hal-hal yang kita sukai, jadi menunggu pun bisa menjadi wadah kreativitas kita kalua menunggu nya di buat untuk hal-hal yang positive. Jam set 10 saya berangkat ke kampus dengan jalan kaki untuk mencapai jalan yang begitu ramai oleh kendaraan yaitu jalan margonda raya kemudian saya naik angkot untuk mencapai kampus E di Kelapa Dua. Sesampainya di kampus jam 9.45, masih ada waktu menunggu lagi tuh 15 menit agar tidak mersakan bosan saya bercengkerama dengan teman sekelas. Jam 10 tiba dosen pun memasuki ruangan yang sudah dijadwalkan. Dalam proses belajar mengajar ini membosankan ya? Iya si, tapi apakah kita akan merasa bosan untuk ilmu yang akan kita dapatkan dari proses belajar ini, ilmu yang kita dapatkan dari Dosen adalah ilmu yang mungkin kita belum mengetahuinya, dan jadi nilai bangga tersendiri bagi kita kalua nanti di ujian bisa menjawab semua pertanyaan yang Dosen berikan. Jadi buat apa kita bosan untuk hal yang positive untuk kita kedepannya? Disini kita dapat kesimpulan kalua hal bosan itu sangat dibutuhkan oleh kita kenapa kita harus merasakan bosan, semua yang kita dapatkan sangat bermanfaat bagi kita. Kuatkan dalam hati kita bahwa itu sangat berguna bagi kita jadi hempaskan lah bosan ke ujung samudera disana. Setelah proses belajar mengajar selesai saya pulang jam 5. Sampai di kostan jam set6. Nah timbul lagi masalah disini yaitu bosan, bosan harus menunggu sampai saatnya kita tidur. Apa yang harus kita lakukan? Jawabannya kembali ke poin kedua yaitu kita selingi dengan kegiatan yang sangat disukai, entah itu main game, bercengkerama dengan sesame penghuni kostan, shalat, membaca Al-quran, apapun itu sampai saatnya tidur pun tiba. Tidur pun tiba dimana ini adalah kegiatan terakhir di hari ini. Kegiatan dimana yang sering kita lakukan entah sudah berapa kali kita tidur sampai saat ini. Tapi kenapa kita tidak bosan tidur padahal kalo merujuk dari KBBI ini termasuk membosankan? Kenapa coba? Karena kita membutuhkan tidur baik untuk kesehatan dan juga berguna untuk merefresh bagian organ dalam kita setelah seharian dipakai.  Jika kita kekurangan tidur malah akan berakibat fatal pada tubuh kita. Jadi dapa kita simpulkan agar kita tidak bosan tanamkan dalam hati kalo itu baik buat kita dan akan berakibat buruk kalo kita tidak kerjakan.
          Kesimpulannya adalah ketika kita merasakan bosan untuk hal-hal yang sering kita kerjakan cintailah hal/kegiatan itu , tanamkan pada dirikita bahwa hal yang kita kerjakan adalah baik buat kita , berakibat buruk buat kita kalo tidak dikerjakan, dan jangan lupa selipkan kegiatan yang kita sukai untuk menghindari bosan yang berlarut. Gampangkan? Tapi realitanya susah. Mungkin itu saja yang bisa saya sharing. Semoga bisa di praktekin ya. Ingat Bosan itu tidak akan terjadi kalua kita tidak merasakan Bosan.

Makalah SDM dan Organisasi


MAKALAH
SDM DAN ORGANISASI














Nama         : Aries Khodisyah

NPM          : 50415982

Kelas          : 4IA08

Tugas         : Kedua (2)

Dosen        : Siti Saidah









UNIVERSITAS GUNADARMA

DEPOK

ATA 2018/2019

KATA PENGANTAR



Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah SDM dan Organisasi dengan baik.

Makalah ini telah disusun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatanmakalah ini.

Terlepas dari semua itu, Saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar saya dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata saya berharap semoga makalah SDM dan Organisasi ini dapat  bermanfaat, dan dapat dijadikan pembelajaran bagi pembaca.





Depok,  November 2018

























BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang

SDM sangat dibutuhkan dalam suatu organisasi untuk sebuah kemajuan organisasi. SDM dalam organisasi sangatlah penting sebagai penujang suksesnya sebuah oraganisasi. Sumber daya manusia dalam suatu organisasi merupakan penentu yang sangat penting bagi keefektifan berjalannya kegiatan di dalam organisasi. Keberhasilan dan kinerja seseorang dalam suatu bidang pekerjaan banyak ditentukan oleh tingkat kompetensi, profesionalisme dan juga komitmennya terhadap bidang pekerjaan yang ditekuninya.

Sebuah organisasi dituntut untuk mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada. Kualitas sumber daya manusia banyak ditentukan oleh sejauh mana sistem yang ada di organisasi atau perusahaan mampu menunjang dan memuaskan keinginan baik dari pegawai maupun dari organisasi atau perusahaan. Oleh karena itu,organisasi dan perusahaan dituntut memiliki komitmen saling mendukung guna tercapainya baik tujuan organisasi maupun tujuan pribadi.



1.2      Rumusan masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka dapat ditentukan rumusan masalah dalam makalah ini seperti:

1.    Struktur dalam organisasi (fungsional, divisional, matriks, dll) ?

2.    Deskripsi dan spesifikasi tugas ?

3.    Sistem Penggajian ?



1.3      Tujuan

Untuk mengetahui struktur suatu organisasi, deskripsi dan spesifikasi tugas serta bagaimana sistem penggajian dalam sebuah organisasi.













BAB II
PEMBAHASAN

2.1   Struktur dalam Organisasi

Organisasi adalah sekelompok orang (dua orang ataupun lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yag telah ditetapkan sebelumnya.

Struktur oragnisasi adalah suatu susunan atau hubungan antara komponen bagian-bagian dan posisi dalam sbuah oraganisasi, komponen-komponen yang ada dalam organisasi mempunyai ketergantungan.

Diagram organisasi adalah diagram yang menggambarkan posisi dan hubungan dalam sebuah organisasi, mengungkapkan struktur organisasi perusahaan.



2.2   Bentuk Struktur Organisasi 

1.    Fungsional

2.    Divisional

3.    Matriks

4.    Tim

5.    Jaringan



a)   Fungsional

dikelompokkan ke dalam departemen  departemen menurut kesamaan keterampilan dan aktivitas-aktivitas kerja.



Keunggulan Fungsional  :

·         Penggunaan sumberdaya yang efisien, skala ekonomis

·         Spesialisasi keterampilan yang mendalam dan pengembangan

·         Kemajuan karier dalam departemen fungsional

·         Panduan dan pengendalian dari manajemen Puncak

·         Koordinasi yang luar biasa dalam fungsi-fungsi

·         Pemecahan masalah teknikal yang berkualitas





Kelemahan Fungsional :

·         Komunikasi lintas departemen fungsional yang buruk

·         Tanggapan lambat yang diberikan pada perubahan lingkungan, ketinggalan inovasi

·         Keputusan terkonsentrasi pada hirarki puncak, menciptakan penundaan

·         Tanggung jawab bagi masalah yang muncul sulit ditunjukkan secara tepat

·         Pandangan terbatas mengenai sasaran organisasi dari pada karyawan

·         Pelatihan manajemen umum yang terbatas bagi karyawan

b)   Divisional

Departemen dikelompokkan ke dalam divisi mandiri terpisah berdasarkan pada kesamaan produk, program, atau daerah geografis. Perbedaan keterampilan merupakan dasar departementalisasi, dan bukannya kesamaan keterampilan.

Keunggulan Divisional :

·         Cepat tanggap, fleksibilitas pada lingkungan yang tidak stabil

·         Memperhatikan kebutuhan konsumen

·         Koordinasi yang luar biasa lintas departemen fungsional

·         Pembebanan tanggung jawab yang jelas bagi permasalahan produk

·         Penekanan terhadap keseluruhan produk dan tujuan divisional

·         Pengembangan keterampilan manajemen umum

Kelemahan Divisional :

·         Duplikasi sumberdaya lintas divisi

·         Kurang pendalaman teknis dan spesialisasi dalam divisi-divisi

·         Koordinasi yang buruk lintas divisi

·         Kurangnya kendali sumberdaya menajemen puncak

·         Kompetesi untuk sumberdaya perusahaan

c)   Matriks

Rantai komando divisional dan fungsional diimplementasikan secara simultan dan membebani satu sama lainnya dalam departemen yang sama. Terdapat dua rantai komando, dan beberapa karyawan memberikan laporan pada dua bos.

Keunggulan Matriks :

·         Penggunaan sumberdaya yang lebih efisien dibandingkan pada hirarki tunggal

·         Fleksibilitas dan adaptabilitas terhadap lingkungan yang terus berubah

·         Pengembangan keterampilan manajemen umum dan spesialis

·         Kerja sama interdisiplin, ketersediaan ahli untuk seluruh divisi

·         Pelebaran tugas-tugas bagi para karyawan

Kelemahan Matriks :

·         Frustasi dan kebingungan dari rantai komando ganda

·         Konflik tinggi antara dua sisi matriks

·         Banyak pertemuan, lebih banyak diskusi daripada tindakan

·         Membutuhkan pelatihan hubungan manusia

·         Dominasi kekuatan oleh salah satu sisi matriks

d)   Tim

Organisasi membentuk serangkaian tim untuk menyelesaikan tugas-tugas khusus dan untuk mengkoordinasikan departemen-departemen utama.

Keunggulan Tim :

·         Punya beberapa keunggulan struktur fungsional

·         Mengurangi hambatan antar departemen, meningkatkan kompromi

·         Mengurangi waktu untuk merespon, keputusan lebih cepat diambil

·         Moril yang lebih baik, antusiasme dari keterlibatan karyawan

·         Mengurangi biaya overhead administrasi rutin

Kelemahan Tim :

·         Loyalitas ganda dan konflik

·         Waktu dan sumberdaya lebih banyak untuk pertemuan Desentralisasi tidak terencana

e)   Jaringan

Organisasi menjadi suatu pusat yang kecil, terhubung secara elektronis dengan organisasi lainnya yang melakukan fungsi-fungsi vital.

Departemen bersifat independen dan melayani kontrak dengan sentral untuk mendapatkan keuntungan.



Keunggulan Jaringan :

·         Daya saing global

·         Fleksibilitas tenaga kerja / tantangan

·         Mengurangi biaya administratif

·         Daya saing global

·         Fleksibilitas tenaga kerja / tantangan

·         Mengurangi biaya administratif





Kelemahan Jaringan :

·         Tidak ada pengendalian langsung

·         Dapat kehilangan bagian organisasi

·         Lemahnya loyalitas karyawan

2.3   Deskripsi dan Spesifikasi Tugas

Sebuah deskripsi jabatan merupakan satu pernyataan tertulis tentang apa yang sesungguhnya dilakukan pemegang jabatan, bagaimana dia melakukannya, dan dalam kondisi apakah pekerjaan itu dijalankan.Deskripsi jabatan bukan sekedar menjelaskan tentang suatu jabatan, akan tetapi juga menjelaskan lebih lanjut tentang tugas-tugasnya, tanggung jawabnya, wewenang dan sebagainya. Dengan demikian, diharapkan setiap karyawan/pegawai yang memangku jabatan tersebut akan memahami batas-batas antara lain dari tugas-tugas, tanggung jawab serta wewenangnya. Hal ini tentu untuk menghindari terjadinya overlapping antara jabatan yang satu dengan jabatan yang lainnya.

Agar deskripsi jabatan yang dibuat dapat merupakan landasan atau pedoman pelaksanaan tugas secara efektif dan efisien, maka deskripsi jabatan yang dibuat haruslah sedemikian rupa sehingga tidak terjadi penetapan tugas-tugas antara jabatan yang satu dengan jabatan yang lain dapat menimbulkan kesimpangsiuran atau overlapping. Oleh karena itu, maka penyusunan deskripsi jabatan untuk suatu jabatan tertentu tidak lepas dari format standar yang harus dipenuhi.

Walaupun tidak terdapat format standar yang baku dan berlaku untuk semua organisasi, namun secara umum deskripsi jabatan memuat hal-hal sebagai berikut :

a)   Identifikasi jabatan.

Bagian identifikasi jabatan memuat informasi-informasi tentang nama jabatan, kode jabatan, tanggal analisis, penyusun, dan dalam departemen apa.

b)   Ringkasan jabatan.

Ringkasan jabatan hendaknya menggambarkan sifat umum dari jabatan, yaitu berupa fungsi dan kegiatan utamanya.

c)   Hubungan, tanggung jawab, dan kewajiban.

Bagian ini memperlihatkan hubungan pemegang jabatan dengan pihak atau bagian lain, baik di dalam organisasi maupun luar organisasi. Batas-batas tanggung jawab serta kewajiban utama jabatan itu juga perlu dijelaskan.

d)   Wewenang dari pemegang jabatan.

Bagian ini menentukan batas-batas wewenag pemegang jabatan, termasuk wewenang pengambilan keputusannya dan batas-batas penganggarannya.

e)   Standar kinerja.

Bagian ini menetapkan standar-standar yang diharapkan bisa dicapai oleh karywan pada masing-masing tugas dan tanggung jawab dari deskripsi jabatan.

f)    Kondisi kerja.

Deskripsi jabatan juga akan merangkum kondisi kerja umum yang tercakup pada jabatan. Misalnya, masalah kebisingan, kondisi bahaya, dan suhu udara dalam ruang pekerjan.

Spesifikasi jabatan (job specification) menunjukkan siapa yang melakukan pekerjaan itu dan factor-faktor manusia yang diisyaratkan (Handoko : 1996). Di dalam spesifikasi jabatan ditentukan kemampuan dan bakat dasar yang harus dimiliki untuk menjalankan pekerjaan. Pada umumnya spesifikasi jabatan memuat ringkasan pekerjaan yang jelas yang diikuti oleh kualifikasi definitive yang dibutuhkan dari calon yang memangku jabatan itu. Misalnya, tingkat pendidikan, keadaan fisik, pengetahuan dan kecakapan, status, jenis kelamin, umur, pengalaman, dan karakter.



2.4        Sistem Penggajian

Masalah pendapatan kerja bagi karyawan merupakan hal yang sensitif dan berpengaruhlangsung pada produktivitas kerja individu. Bagi Perusahaan, sistem gaji yang telah ada bukan semata hanya untuk memenuhi Peraturan Pemerintah dalam kaitannya dengan UMR, tetapi yang lebih penting yaitu untuk menciptakan keseimbangan/ fairnesse antaraapa yang diberikan karyawan pada Perusahaan, diimbangi oleh apa yang diberikan Perusahaan untuk karyawannya.

Hal ini tampaknya sederhana, tetapi dalam prakteknya sangatlah sulit, terlebih lagi bila Perusahaan belum memiliki Sistem Gaji yang mengacu pada obyektivitas beban kerja (work load) bagi para karyawannya. Apabila Perusahaan telah memiliki Sistem Gaji melaluipendekatan metode tertentu yang bersifat kuantitatif, akan sangat membantu bagi peyelenggaraan pemeliharaan SDM,Namun pada kenyataannya banyak metode kuantitatif yang ditawarkan dan setelah diterapkan tetap menimbulkan masalah bagi Perusahaan.  Hal ini biasanya timbul karena metode tersebut kurang sesuai dengan karakteristik lingkungan Perusahaan yang ada di Indonesia dimana faktor-faktor yang berkaitan dengan masa kerja dan pengakuan terhadap pengalaman kurang dipertimbangkan. Selain itu aspek perlindungan dan kesejahteraan seperti pemberian asuransi, program pensiun yang umumnya diberikan Perusahaan dan dikelola oleh Instansi lain, memiliki kaidahkaidah yang telah diatur oleh Perundangan Ketenagakerjaan tetapi tidak selaras dengan sistem gaji yang dianut oleh Perusahaan.

Untuk itu adalah sangat bermanfaat bila Perusahaan menerapkan Sistem Gaji yang komprehensif, baik dari sisi aturan Pemerintah maupun untuk menciptakan kepastian dan kewajaran /fairnesses  bagi Karyawannya serta setara untuk jenis dan skala Perusahaan yang serupa.

Sistem Gaji dengan pendekatan kuantitatif pada umumnya akan lebih mudah diterima dan dipahami bagi setiap pekerjaan memiliki nilai/skor sebagai hasil pembobotan.  Skor tersebut akan mencerminkan beban kerja bagi individu yang memangku pekerjaan tersebut.

Manfaat Sistem Penggajian 

Manfaat Umum : Kemanfaatan sistem penggajian pada umumnya merupakan gabungan antara Tujuan Manajemen Perusahaan dan harapan para Karyawan seperti antara lain :



·         Sebagai daya tarik bagi tenaga kerja yang diperlukan oleh Perusahaan.

·         Memelihara keberadaan Karyawan untuk tetap bergabung dengan Perusahaan.

·         Merupakan imbalan/kompensasi yang setimpal atas prestasi yang telah diberikan Karyawan.

·         Mencerminkan adanya keadilan yang mendasari perhitungan pembayaran imbalan untuk setiap pekerjaan sesuai dengan perbedaan masing-masing kontribusinya pada Perusahaan.

·         Tidak bertentangan dengan peraturan Pemerintah.

·         Tidak melebihi kemampuan keuangan Perusahaan, tetapi juga cukup atraktif bagi perusahaan sejenis.

Manfaat Khusus : Dengan sistem penggajian yang mendasarkan diri pada beban kerja (work load) dan dilakukan pembobotan secara kuantitatif, maka akan diperoleh manfaat antara lain :

·         Terukur bagi setiap pekerjaan; karena masing-masing memiliki nilai/skor yang ditentukan atau disepakati secara bersama-sama.

·         Mudah dilakukan penyesuaian terhadap keadaan/perkembangan ekonomi terutama atas terjadinya laju inflasi tahunan.

·         Fair; karena sebanding dengan karya individu yang disumbangkan untuk tempat kerjanya.





























BAB III
PENUTUP

3.1        Kesimpulan

1.    Sumber daya manusia dalam suatu organisasi merupakan penentu yang sangat penting bagi keefektifan berjalannya kegiatan di dalam suatu

2.    Organisasi adalah sekelompok orang (dua orang ataupunlebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yag telah ditetapkan sebelumnya.

3.    Bentuk Struktur Organisasi : Fungsional, Divisional, Matriks, Tim, Jaringan.

4.    Masalah Gaji/Pendapatan/Imbalan Kerja bagi Karyawan merupakan hal yang sensitif dan berpengaruh langsung pada produktivitas kerja individu. Dan perusahaan sangatlah bergantung pada kualitas SDM yang dimilikinya.

3.2       Saran

Saran dari penulis, semoga kedepannya dalam system penggajian SDM ini utamanya karyawan harus seimbang dengan jerih payah yang mereka berikan untuk perusahaan yang di naunginya. Karena karyawan cukup punya andil besar bagi kemajuan suatu perusahaan. Jika system penggajian karyawan kurang dari apa yang telah mereka berikan maka cukup berpotensi buruk bagi kerja karyawan dan akan mengakibatkan hal buruk bagi perusahaan.

3.3       Komentar

SDM sangat memliki peranan penting dala sebuah organisasi. Jika dalam sebuah organisasi terdapat SDM yang berkompeten maka tidak diragukan lagi organisasi tersebut akan mencapai kesuksesan  SDM sangat di haruskan untuk memliki semangat kerja agar semua tujuan dari organisasi tersebut dapat di capai.

Dalam system penggajian pun jika seorang pekerja banyak memiliki kontribui yang positif bagi perusahaan maka pekerja akan menerima gaji yang besar dari perusahaan tersebut, sebaliknya jika seorang pekerja tidak berkontribusi banyak bagi perusahaan maka kemungkinan besar dia dapat gaji kecil atau kemungkinan terburuk dia bias di keluarkan dari perusahaan terebut.

Dari situ bisa saya dapatkan apabila SDM berkompeten, bersemangat. Berkontribusi, dan barperilaku baik maka mereka akan mendapatkan gaji setimpal sama dengan jasa yang sudah mereka berikan.




DAFTAR PUSTAKA